Ini Umur Ideal untuk Menentukan Minat dan Bakat Anak

0
203

Memiliki anak berprestasi tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Untuk mengasah kemampuan anak agar dapat mendulang prestasi tentu harus dimulai sejak dini. Orang tua perlu mengetahui minat dan bakat anak agar dapat fokus untuk mengembangkannya. Setiap anak memiliki minat dan bakat tersendiri, belum tentu bakat si anak sama dengan orang tuanya. Hal tersebut yang sering tidak disadari orang tua, sehingga memaksakan keinginannya kepada si anak. Padahal sebenarnya bakat si anak tidak sesuai dengan ke inginan orang tuanya.

Diungkapkan seoarang psikolog anak, Saskhya Aulia Prima, M.Psi, bahwa usia ideal untuk melakukan tes minat dan bakat anak adalah usia 14 tahun. Pada masa ini, anak cenderung sudah mempunyai kematangan untuk menentukan bakat dan minat yang ada didalam dirinya. Pada usia dibawah 14 tahun, biasanya anak masih labil, masih memiliki banyak keinginan, dan masih berganti-ganti menyukai berbagai hal. Masa dibawah 14 tahun, anak cenderung masih mengeksploasi segala sesuatu yang dekat dengan kehidupannya. Anak memiliki keinginan untuk mencoba banyak hal, sehingga pada usia dibawah 14 tahun sebaiknya orang tua belum melakukan tes minat dan bakat.

Selain itu, eksposur yang diterima si anak belum terlalu banyak, sehingga anak baru mengetahui satu lingkungan tertentu. Jika kita mengenalkan hal baru pada si anak, cenderung si anak masih akan berubah kepada hal baru tersebut. Sehingga inkonsisten ini akan mengakibatkan minat dan bakat anak masih sulit untuk ditebak.

Pada prinsipnya minat merupakan bidang yang menarik perhatian anak. Jika secara konsisten kemampuan tersebut diasah dan diketahui oleh orang tua, maka anak bisa menghasilkan output yang baik. Sementara, bakat lebih cenderung pada genetik anak atau bawaan sejak lahir. Contohnya anak yang tidak bisa melukis, tapi dia berminat di bidang itu, jika dilatih terus maka ia bisa handal melukis.

Jika anak sudah menunjukkan untuk menyukai sesuatu maka orang tua seharusnya mendukung apa yang disukai si anak. Hal tersebut akan mendukung output dan tumbuh kembang si anak. Psikologi anak akan terbangun dengan baik, memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga akan dapat berprestasi dan memaksimalkan bidang yang disukainya.

Kolom Komentar

comments