5 Tipe Mahasiswa, Yang Manakah Kamu?

0
352
via akadusyifa.com

5 Tipe Mahasiswa, Yang Manakah Kamu – Dalam kesepakatan umum, mahasiswa sering disebut sebagai agen perubahan. Namun perlu diketahui masing-masing mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sesuai dengan tujuan awal dari masing-masing individu. Ada yang memang kuliah demi tujuan cita-cita atau lantaran terpaksa karena disuruh orang tua. Walaupun masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, tetap harus melaksanakan tugas mahasiswa sebagai agen perubahan.

Hal yang sering luput dari perhatian umum, ternyata setiap mahasiswa memiliki tipe-tipe tersendiri.  Namun perbedaan tersebutlah yang makin mengikat persaudaraan diantara mereka, sehingga tercipta perpaduan yang indah. Berikut beberapa tipe mahasiswa yang ada disekitar kampus. Barangkali Anda masuk dalam satu tipe atau malah lebih.

1. Mahasiswa Kupu-kupu

https://cdn.tmpo.co/data/2010/04/22/id_32629/32629_620.jpg
via m.tempo.co

Yang dimaksud bukanlah kupu-kupu malam, akan tetapi singkatan dari kuliah pulang-kuliah pulang. Mahasiswa tipe ini kurang tertarik dengan organisasi yang membuat hidupnya tak tersentuh semangat menggebu-gebu, ciri khas seorang aktivis.

Mahasiswa kupu-kupu merupakan tipe yang paling banyak dijumpai dalam dunia kampus. Mereka tergolong pasif terhadap dinamika kampus, apalagi negara. Namun kalau sudah berbicara masalah IPK, tentu mereka adalah unggulan. Pokoknya apapun jadinya jangan sampai mendapat nilai B.

2. Mahasiswa Kura-kura

Hasil gambar untuk mahasiswa rapat
via bem.unila.ac.id

Berbeda dengan mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa bertipe kura-kura merupakan kebalikannya. Kalau kupu-kupu tergolong pasif terhadap dinamika kampus, yang ini justru sangat aktif dalam pergerakan kampus, bahkan kalau bisa mereka ikut andil dalam kebijakan kampus.

Walaupun mereka tergolong mahasiswa yang kurang belajar, namun IPK mereka tergolong tinggi. Hal itu dikarenakan keaktifan mereka dikelas, bisa juga karena terlalu akrab dengan beberapa dosen yang sering berkomunikasi dalam diskusi di luar jam kuliah.

3. Mahasiswa Kunang-kunang

Hasil gambar untuk mahasiswa ngopi
via zathdura.blogspot.com

Kunang-kunang merupakan singkatan dari kuliah nangkring-kuliah nangkring. Mahasiswa tipe ini terbiasa datang terlambat dan terkesan cuek dengan dosen. Alhasil mereka sering acuh tugas, bahkan sering tidak mengumpulkan. Kalaupun mengumpulkan ia sering mengandalkan kemampuan teman, alias mengandalkan shodaqoh.

Keistimewaan dari mahasiswa bertipe ini adalah ia memiliki sikap dan sifat santai yang diluar nalar. Mereka juga memiliki tingkat kepasrahan yang sangat tinggi. Hal tersebut merupakan buah dari kesigapannya setiap malam yang suka ngopi, nongkrong, dan bercakap santai.

4. Mahasiswa Kubis

Hasil gambar untuk mahasiswa bisnis
via news.okezone.com

Mahasiswa Kubis atau Kuliah-Bisnis, merupakan bibit-bibit unggul yang nantinya akan jadi pengusaha. Mereka sering langsung mempraktekan teori yang didapat dalam bangku perkuliahan. Memulai dari hal kecil, seperti menjual makanan di kampus, menawarkan jasa beli atau fotokopi buku, atau malah mulai mendirikan usaha dengan modal yang besar.

5. Mahasiswa Kuda-kuda

Hasil gambar untuk mahasiswa dakwah
via iaingorontalo.ac.id

Mahasiswa kuda-kuda (red:kuliah dakwah-kuliah dakwah) merupakan mahasiswa yang memiliki tingkat kereligiusan yang tinggi. Mereka dengan diri sendiri, atau mengajak kawan lain untuk senantiasa mendekatkan diri dengan Tuhannya. Mahasiswa ini sering di jumpai dalam lingkungan masjid, dalam waktu sholat maupun tidak. Karena sebelum ke kampus ia ke masjid, pulang dari kampus juga ke masjid.

Namun sebagai mahasiswa tentu harus memiliki sikap kewaspadaan, karena beberapa bulan terakhir ini mulai bermunculan golongan mahasiswa radikal dari dunia kampus. Belajar agama dimana saja boleh, namun mengindahkan keberagaman dan kebaikan bersama adalah hal yang harus dinomor satukan.

Dari beberapa tipe mahasiswa diatas, barangkali kalian sudah memilih atau sudah menjadi dari salahsatunya. Namun sikap saling menghargai masing-masing tipe adalah hal yang mutlak. Karena setiap mahasiswa memiliki kaki sendiri, jadi biarkan ia menentukan kemana ia harus memilih jalan sendiri.

Kolom Komentar

comments