Terbongkar, Beginilah Strategi Cuci Otak Kaum Radikal di Whatsapp

0
408

Perkembangan kelompok radikal belakangan sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya, kelompok intoleran menggunakan berbagai cara dan media untuk memaksakan ideologinya diterima masyarakat. Mulai dari website, youtube, facebook, twitter, televisi, bahkan jejaring chatting seperti whatsapp pun tak dapat terlewatkan oleh kaum sumbu pendek ini. Konon, mereka melakukan berbagai cara untuk berjihad membela agama Allah.

Cara yang paling masif mereka lakukan di whatsapp yang pertama adalah dengan membuat broadcast kajian-kajian islam ala mereka. Entah dari mana sumbernya dan entah siapa penulisnya tidak menjadi pertimbangan penting bagi mereka, karena tujuan utamanya adalah mencuci otak agar kita menerima, mengikuti, bahkan ikut berjuang bersama ideologinya. Memang benar, harga sebuah ideologi begitu mahal.

Kedua, munculnya grup-grup kajian-kajian islam dengan mengatasnamakan bimbingan suatu ustadz juga patut kita waspadai, bahkan ada grup-grup whatsapp yang sudah jelas-jelas menghimpun anggota untuk bersama-sama “jualan” khilafah di Indonesia. Ini yang menjadi keprihatinan kita bersama, karena secara tidak langsung telah bertindak makar kepada negara.

Didalam grup tersebut, nantinya kamu tidak akan mendapatkan ilmu agama yang benar jelas sanad keilmuannya, siap anggota bisa ikut menjawab dengan perspektif mereka masing-masing yang bisa jadi justru tidak terlalu paham masalah agama. Yang akan kita peroleh bukannya pemahaman Islam yang benar, justru ajaran fanatisme kepada agama yang berlebihan sehingga memandang sebelah mata agama yang lain.

Metode yang digunakan untuk mencuci otak melalui grup-grup whatsapp biasanya dengan cara memberikan pemahaman secara masif tentang khilafah. Anggota grup akan terus-menerus diberikan bacaan-bacaan tentang khilafah dan kewajiban menegakkan negara islam (Daulah Islamiyah). Pemikiran anggota grup akan dibiarkan liar untuk terus memilikirkan tentang khilafah.

Merekan akan memasukkan pembandingan pemikiran bahwa seolah-olah khilafah yang paling benar. Setelah timbul pemikiran “Apakah Iya khilafah begitu?”, anggota akan dipantau terus-menerus. Strategi semacam itu sekarang masif digunakan kelompok radikal di whatsapp. Sehingga sangat diperlukan sikap kewaspadaan dan bertabayyun dalam bermedia.

Kolom Komentar

comments