Tujuh Tari Tradisional Jawa Tengah Yang Melegenda

0
3558
via seputar-jateng.blogspot.com

Tujuh Tari Tradisional Jawa Tengah Yang Melegenda – Sejak dahulu Jawa Tengah terkenal sebagai provinsi yang memiliki sense of art yang tinggi. Hal tersebut tercermin dengan beragamnya jenis tarian yang diciptakan dan kini telah beredar luas. Berikut telah kami rangkum beberapa tari tradisional yang saat ini telah melegenda.

 

1. Tari Bedhaya

Tari bedaya merupakan tarian klasik dari Jawa Tengah yang bertemakan kisah asmara. Tarian ini berasal dari keraton Kasunanan Surakarta yang kemudian beredar luas dan mengalami perkembangan di masa pemerintahan Paku Buwono II hingga Paku Buwono VIII. Bertambahnya waktu membuat tarian ini berkembang ke dalam beberapa tarian-tarian, misalnya Bedhoyo Durudasih, Bedhaya Pangkur, Bedhaya Endhol-endhol, , Bedhaya Sinom, Bedhaya Kaduk Manis, Bedhaya Gambir Sawit, Bedhaya Sukaharja, Bedhayo Kabor, Bedhaya Tejanata, dan Bedhaya Ketawang.

2. Tari Gambyong

Tari Gambyong disajikan sebagai bentuk penghormatan atau sambutan kepada tamu atau saat mengawali suatu acara sakral. Keunikan tarian ini terletak pada selarasnya gerakan para penari dengan irama gending dan kendang yang dimainkan. Tarian ini selalu diawali dengan gending pangkur, sedangkan alat musik yang dimainkan selain kendang antara lain gender, kempul,kenong, dan gong.

3. Tari Bondan

Sama seperti tari bedhaya, tari bondan juga berasal dari daerah Surakarta. Berbeda dengan tari bedhoyo yang menggambarkan kisah percintaan, tarian Bondan menggambarkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Boneka mainan, payung, kendi, dan properti lainnya adalah ciri khas tarian yang dahulu diwajibkan pada setiap kembang desa di daerah Solo ini.

4. Tari Serimpi

Tarian Serimpi berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah yang bernuansa sedikit mistis. Gerakan tari yang umumnya diiringi dengan tabuhan gamelan ini menggambarkan proses terjadinya asal usul manusia. Empat penari putri yang memainkan tarian ini secara bersama-sama untuk saling memadukan gerakannya yang penuh makna.

5. Tari Beksan Wireng

Tari beksan wireng melambangkan ketangkasan prajurit dalam perang dan menggunakan senjata. Tarian ini diciptakan oleh Prabu Amiluhur untuk menyemangati putranya supaya lebih tangkas dan siap tumbuh dewasa menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk dalam memimpin kerajaannya kelak.

6. Tari Ebeg atau Kuda Lumping

Untuk tarian yang satu ini sudah terkenal dan menyebar luas, bahkan sampai sekarang masih banyak yang tahu gerakannya. Tari ebeg atau lebih dikenal dengan nama kuda lumping, jaranan, atau jatilan, adalah tari tradisional dari Jawa Tengah yang berisi unsur religi, unsur ritual, sekaligus unsur hiburan. Gerakan para penarinya menggunakan kuda tiruan menggambarkan kisah perjuangan Sunan Kalijaga yang dibantu oleh Raden Patah dalam perlawanan menghadapi pemerintah Kolonial Belanda.

7. Kethek Ogleng

Kethek Ogleng adalah bentuk kesenian tari rakyat yang berasal dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Tari ini menceritakan tentang kisah Raden Gunung Sari yang menjelma menjadi seekor kera jelmaan. Penjelmaan Raden Gunung Sari menjadi seekor kera dimaksudkan untuk mengelabuhi pengawal kerajaan yang menghadangnya saat ingin masuk untuk mencari Dewi Sekartaji.

 

Kolom Komentar

comments