Tahu Serasi Camilan Pas di Tengah Dinginnya Bandungan

0
64

Tahu Serasi Camilan Pas di Tengah Dinginnya Bandungan – Bandungan merupakan sebuah kawasan kecil di lereng Gunung Ungaran yang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Semarang. Destinasi wisata alam di Bandungan menjadi pemikat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke daerah tersebut. Salah satu destinasi wisata yang terkenal yakni komplek wisata Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan budaya Hindu. Selain memiliki banyak wisata alam, Bandungan juga memiliki banyak kuliner yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah tahu serasi.

Tahu serasi merupakan tahu putih padat yang memiliki tekstur halus dan lembut. Salah satu pabrik tempat pengolahan tahu serasi adalah pabrik tahu serasi milik Bu Kotijah. Pabrik ini beralamat di Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan. Lokasinya yang berada di areal persawahan yang sejuk dan asri menjadikan tempat tersebut wajib dikunjungi saat bepergian ke Kabupaten Semarang. Saat ini pabrik tersebut memiliki 14 orang karyawan.

Selain dapat menikmatinya secara langsung, kita juga dapat melihat proses pembuatan tahu serasi di pabrik milik Bu Kotijah yang masih mempertahankan cara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dalam proses perebusan, serta masih mengunakan alat-alat manual. Melalui proses tersebut selain menghasilkan tahu serasi sebagai produk utamanya, air rebusan kedelai dimanfaatkan untuk membuat susu kedelai yang segar dan menyehatkan.

Setelah mengetahui proses pembuatan tahu serasi, kita dapat langsung menikmatinya di gazebo-gazebo yang telah disediakan. Udara dingin yang menyegarkan menambah rasa nikmat tahu tersebut. Tahu serasi merupakan cemilan yang sangat cocok dinikmati di tengah dinginnya Bandungan, ditambah dengan segelas susu kedelai hangat membuat suasana semakin syahdu . Selain tahu serasi dan susu kedelai, Pabrik ini juga menyediakan berbagai macam makanan seperti tempe, wajik, gula aren, carica, kerupuk, dan olahan lainnya yang cocok dibawa untuk oleh-oleh keluarga di rumah.

**Kiriman dari Yekti Utami & Susilo Dewi

Kolom Komentar

comments