Seorang Pastur Katolik Akui Kedekatannya dengan NU

0
106

Semarang – Dalam kegiatan Unnes Bersholawat, seoarang pastur katolik mengakuti kedekatannya dengan Nahdlatul Ulama (NU). “Dimana-mana perjumpaan saya dengan sahabat-sabat tokoh agama para habib, ulama, kiai, haji, apalagi berjumpaan dengan kawan-kawan NU, saya juga  mengatakan saya juga anggota dan penjaga PBNU.” ungkap Aloysius Budi Purnomo atau kerap disapa Romo Budi, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskuban Agung Semarang.

Beliau menjelaskan, PBNU dalam arti Nahdlatul Ulama maupun yang lain. “Baik dalam artian Keluarga besar Nahdlatul Ulama maupun Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.” Jelasnya.

Beliau menceritakan bahwa setiap tahun diundang ke Giganjur, untuk berbicara soal mendiam gus dur. “Ibu sinta sebagai istri tercinta juga setiap taun menunjuk saya untuk menjadi tuan rumah menyelenggarakan sahur buka yang beliau jalankan sebagai seorang muslimah tapi dirumah saya,  romo katolik.” ceritanya.

Dan disilah saya merasakan NKRI sungguh nyata, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 benar-benar menjadi bingkai kegidupan kita bersama.

Kolom Komentar

comments