Pandangan Outsourcing dan Tuntutan Buruh Tahun 2017

0
95
Outsourcing, Eksploitasi Para Buruh/Image Dunia - Inilah.com

Pandangan Outsourcing dan Tuntutan Buruh Tahun 2017

May DaySenin, 1 Mei 2017, bagi sebagian orang merupakan hari libur panjang. Namun, disisi lain sebagian orang menganggap hari ini merupakan hari yang cukup sacral yakni Hari Buruh Internasional. Jika kamu mengamati pada setiap tanggal ini akan terlintas kata yang paling sering didengar yaitu outsourcing. Outsourcing atau biasa dikenal pemborongan pekerjaan, dimana penyerahan sebagian pekerjaan dari perusahaan pemberi pekerjaan kepada perusahaan penerima pemborongan pekerjaan atau perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh melalui perjanjian pemborongan pekerjaan tertulis.

Perspektif Negara[1]

Pengertian outsourcing bisa kita lihat pada Pasal 64 Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yang isinya menyatakan bahwa outsourcing adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha dengan tenaga kerja, dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis.

Undang-undang ini  sudah dua kali di ajukan judicial review ke MK dengan putusan terakhir yaitu tertuang pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomer 27/PUU-IX/2011 Huruf III bahwa, sebenarnya tidak ada masalah dengan pengaturan sistem kerja outsourcing yang diatur dalam Undang-undang Nomer 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, hanya saja perakteknya atau penerapan dari sistem kerja outsourcing di lapangan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan, sehingga sebenarnya yang perlu ditekankan bukan penghapusan sistem kerja outsourcing tersebut, tetapi pengawasan atas pelaksanaan sistem kerja outsourcing tersebut yang perlu diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Perspektif Islam[2]

Jika gambaran tentang outsourcing difahami dalam hubungan kerja yang melibatkan sebuah perusahaan yang telah menyewa/mengontrak seorang buruh, lalu menyewakan/mengontrakan kembali buruh itu kepada perusahaan lain, atau dengan kata lain manfaat tenaga kerja yang telah dimiliki tidak dimanfaatkan sendiri, tetapi dimanfaatkan oleh orang lain, hal ini sama dengan konsep ijarah dalam fiqh dan hukumnya boleh atau sah.

Ijarah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaanya dengan jual beli biasa adalah bahwa objek akad (yang dibeli) dalam akad ijarah tidak berupa barang melainkan berupa manfaat, baik manfaat barang maupun manfaat orang (manfaat yang lahir dari pekerjaan orang/jasa)

Dengan mencermati unsur-unsur ijarah tersebut, dapat dipastikan bahwa akad kerja sama antara perusahaan dan buruh atau antara majikan dan karyawan merupakan bagian dari ijarah. Akad kerja sama tersebut sah sepanjang memenuhi syarat-syarat yang mengacu kepada prinsip-prinsip kerelaan kedua belah pihak, upahnya jelas, jenis pekerjaan dan waktunya jelas dan tidak ada unsur pemerasan (adamul istiglal).

Tuntutan Buruh pada Tahun 2017[3]

Pada hari buruh kali ini Presiden Konfederesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa Tuntutan buruh  yaitu hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, dan tolak upah murah.

Hal ini terjadi karena perusahaan outsourcing menyediakan jasa diluar Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 19 Tahun 2012. Sistem magang yang cara kerjanya disamakan dengan karyawan pada umumnya juga dinilai tidak adil, terlebih mereka yang magang dibayar lebih kecil dengan beban yang sama dengan pekerja full time. Untuk jaminan social yaitu perbaikan mekanisme rawat inap dan jaminan pensiun.

Semoga ada perubahan yang lebih baik!.

Ditulis oleh Wahyu Adi Pamungkas.

[1] Diolah dari http://www.hukumpedia.com/keluarga/sistem-pekerja-outsourcing-di-indonesia, pada Senin, 1 Mei 2017

[2] Diolah dari http://www.nu.or.id/post/read/51680/konsep-buruh-dalam-fiqih, pada Senin, 1 Mei 2017

[3] Dolah dari http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/30/18542251/ini.tiga.tuntutan.utama.saat.hari.buruh.2017, pada Senin, 1 Mei 2017

Kolom Komentar

comments