Mau Panjang Umur, Minumlah Kopi!

0
26
(Eh, Kopi Itu Bisa Cegah Diabetes Lho, Sumber gambar Nasionalisme.co)

Mau Panjang Umur, Minumlah Kopi!, Dua penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dapat memiliki manfaat kesehatan jangka panjang. Terlebih, semakin banyak yang kita minum semakin baik pula manfaatnya.

Salah satu studi melaporkan bahwa meminum satu cangkir kopi setiap hari mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, penyakit pernafasan dan ginjal hingga 12 persen. Bahkan 18 persen bagi mereka yang minum tiga cangkir sehari.

Studi yang dipimpin oleh Veronica W. Setiawan dari University of Southern California dan didanai oleh National Cancer Institute ini diikuti 180.000 orang dari berbagai latar belakang, dengan rata-rata usia 16 tahun.  Setelah meneliti, para peneliti menemkukan bahwa orang yang meminum dua hingga empat cangkir kopi perhari memiliki risiko kematian 18 persen lebih rendah dibanding orang yang tidak mengkonsumsi kopi.

Studi kedua, yang dikepalai oleh Marc J. Gunter dari Badan Penelitian Kanker Internasional dan dikerjakan oleh para ilmuwan Eropa dari Imperial College London, melibatkan lebih dari 520.000 peminum kopi di 10 negara Eropa. Dengan jumlah partisipan tersebut, studi ini menjadi studi terbesar yang meneliti tentang kaitan konsumsi kopi dan kematian. Studi ini menemukan bahwa minum lebih banyak kopi dapat menurunkan risiko kematian seseorang secara signifikan.

Kedua penelitian tersebut kemudian menyebarkan angket yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine dan meminta peserta menyebutkan kebiasaan minum kopi mereka, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga dan kondisi kesehatan jantung.

Dengan kata lain, fakta bahwa kopi meningkatkan kemungkinan panjang umur dapat terjadi di berbagai ras yang berbeda.

“Dengan populasi yang sangat beragam ini, semua orang memiliki gaya hidup yang berbeda. Mereka memiliki kebiasaan makan yang sangat berbeda dan kerentanan yang berbeda, dan kami masih menemukan pola yang serupa,” kata Veronica Wendy Setiawan, Associate Professor pengobatan preventatif di USC’s Keck School of Medicine, yang juga memimpin studi kedua.

Kedua studi ini menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi kopi dengan tingkat kematian karena penyakit jantung, kanker, penyakit saluran pernafasan, stroke, diabetes, penyakit ginjal, penyakit pencernaan, dan penyakit peredaran darah.

Dalam kedua studi, para peneliti memisahkan partisipan yang merupakan perokok dan perokok. Sebab, merokok telah diketahui sebagai perilaku yang mengurangi umur dan dikaitkan dengan beragam penyakit. Para peneliti menemukan bahwa efek kopi yang menurunkan risiko kematian juga terjadi pada perokok.

Meski demikian, bukan berarti dampak negatif kebiasaan buruk merokok bisa diimbangi dengan konsumsi kopi. “Pasalnya, merokok dapat meningkatkan risiko kematian Anda berkali-kali lipat. Sementara konsumsi kopi hanya mengurangi 10 persen dampak tersebut,” kata Dr. Alberto Ascherio, professor Epidemiologi and Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, yang tak terlibat dalam studi.

Dengan semakin jelasnya bukti-bukti bahwa mengonsumsi kopi dapat membantu mengurangi risiko kematian, apakah lantas orang-orang yang bukan peminum kopi harus memulai kebiasaan minum kopi?

Para peneliti dari kedua studi di atas berpendapat, minum beberapa cangkir kopi sehari tidak akan membahayakan Anda, dan sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan.

“Konsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat dimasukkan ke dalam pola hidup sehat. Kedua studi ini dan studi-studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa bagi mayoritas orang, tak ada bahaya jangka panjang dari mengonsumsi kopi,” kata Setiawan.

Sementara itu, pendapat Dr. Ascherio sedikit lebih lunak. “Jika Anda memang peminum kopi, lanjutkan kebiasaan itu dan berbahagialah. Tapi jika bukan, tak masalah. Anda bisa minum teh atau air putih,” tutupnya. (Diolah dari CNN.com)

Kolom Komentar

comments