Jika Dia Pasangan Terbaik, Kenapa Kamu Harus Selalu Berkorban dan Mengalah?

0
207
Sumber gambar papasemar.com

 

Jika Dia Pasangan Terbaik, Kenapa Kamu Harus Selalu Berkorban dan Mengalah – Siapa yang tidak ingin mempunyai hubungan yang romantis, macam novel-novel melankolis, drama Korea, atau film-film roman picisan khas Hollywood ? sering dalam sebuah film, memperlihatkan sebuah pengorbanan dan perhatian sang tokoh kepada orang yang dia suka. Dengan perjuangan dan jerih payah akhirnya berbuah manis, walau diawal satu pihak harus rela untuk mengalah, bahkan tak jarang berdarah-darah.

Melihat seperti itu membuatmu ingin mempunyai hubungan yang romantis. Makanya membuatmu lebih peduli, dan memberi perhatian yang besar kepada pasanganmu. Namun sayangnya tetap saja ada sebuah kekurangan. Entah dia cuek, sibuk, kurang romantis, atau malah nggak peka dengan keinginanmu. Lebih ironis lagi kamu justru diperlakukan kurag baik olehnya.

Meski kamu diperlakukan seperti itu, kamu lebih memilih bertahan. Karena jikalau kamu mundur, berarti kamu tidak benar-benar menyukai pasangan. Terus berjuang adalah bentuk paling nyata bahwa kamu sangat menginginkannya. Tahu tidak, sikapmu yang seperti itu justru tidak realistis dan sia-sia. Kamu mengakui atau tidak, jauh di lubuk hatimu yangterdalam, kamu menyimpan pertanyaan, apakah pasanganmu benar-benar orang yang tepat untukmu atau bukan. Jika kamu seperti ini, berarti kamu harus mengubah mindset kamu dan sadar bahwa si dia memang bukan orang tepat untukmu melalui tanda-tanda ini.

1. Kamu Tidak Bisa Jadi Diri Sendiri di Depan Pasangan, Karena Pasangan Ingin Kamu Berubah

Sudah merupakan tanda tak baik, jikalau pasanganmu mulai menginginkan dirimu untuk berubah di depannya demi kebahagiaannya. Alhasil kamu menyembunyikan beberapa hal tentang dirimu sendiri karena takut pasanganmu marah. Padahal pasangan yang baik ialah pasangan yang membiarkanmu menjadi apa saja, bebas. Ingat, kamu bukanlah robot yang bisa dikendalikan sesuai keinginannya.

2. Kamu Merasa Pasangan Tidak Pernah Puas dengan Dirimu Saat Ini, Terlepas Dari Semua Usaha Kerasmu Untuk Membahagiakannya

Kamu sudah rela mengalah, melakukan semua keinginannya agar membuatnya senang. Dari rela mengurangi jam nongkrong dengan teman, mengantar jemput tiap waktu, mengubah penampilan, gaya bicara, sampai mengubah kepribadian, semuanya sudah kamu lakukan. Kamu rela, ikhlas, tulus melakukan semua pengorbanan itu demi pasanganmu. Padahal pikiran rasionalmu sudah tahu bahwa kalian memang tidak cocok untuk satu sama lain, tetapi egomu bersikeras bahwa dengan berkorban, kalian akan menuai kebahagiaan.

3. Kamu Sering Membela Pasangan Setiap Kali Teman atau Keluargamu Berkata Dia Tidak Baik Untukmu. Selalu Ada Saja Masalah Hubungan yang Kamu Sembunyikan dari Mereka

Untuk menuruti semua kebahagiaan pasanganmu, membuat orang-orang yang berada disekitarmu menjadi kehilangan dirimu. Pasanganmu dengan sengaja mengekangmu untuk berhenti berkumpul dengan mereka, tetapi kamu malah membela pasanganmu untuk tidak berkumpul dengan mereka, tetapi kamu malah membela pasanganmu dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengerti pasanganmu. Oleh karena itu, kamu menyembunyikan masalah-masalah yang  kamu alamidengan pasangan dari orang lain. Tetapi lain ceritanya kalau kamu menyembunyikannya lantaran takut mereka tidak menyukai pasanganmu.

 4. Karena Kamu Rela Mengubah Diri Demi Pengorbanan, Pasanganmu Jadi Merasa Bebas Mengendalikanmu

Tidak hanya itu, karena kamu sudah menyembunyikan masalahmu dari teman dan keluarga, pasangan jadi makin leluasa mengekangmu untuk tidak menemui mereka. Pasanganmu perlahan-lahan mengubah cara berpakaianmum, cara merias diri, kamu hanya diperbolehkan bertemu dengan orang tertentu yang dia setujui. Kamu juga tidak bisa pergi kemana-mana karena takut pasangan marah saar ketahuan olehnya. Kalau sudah begini, maka hubunganmu sudah bisa dikatakan terlalu over.

5. Kamu Selalu Merasa Kesepian Karena Dia Tidak Pernah Mau Memahamimu

Mungkin sebab inilah yang sring membuatmu galau. Kamu kesepian, padahal pasanganmu tak jauh-jauh amat dari sampingmu. Kamu tidak pernah merasa dipahami dan kalian tidak pernah nyambung saat mengobrol. Tidak jarang pula kamu membayangkan apa saja yang ingin kamu lakukan jikalau nanti putus dari pasangan. Kalau sudah mulai membayangkan hal ini, berarti hubunganmu sudah tidak layak dipertahankan kembali.

Kolom Komentar

comments