Mahasiswi MIPA yang tergabung dalam Racana dan Ambalan Pramuka Wijaya MIPA Unnes, pada tanggal 13 April 2017 melakukan bakti diri, dalam rangka menyambut hari kartini. Kegiatan yang dikemas dalam serangkaian Kartinis Return of Society ke XI ini dilaksanakan di Lapas II A Perempuan Kota Semarang, dengan peserta semuanya narapidana yang sedang menjalani rehabilitasi.

Pada saat kegiatan sangga kerja memberikan keterampilan dan berbagi ilmu yang berbasis kemipaan. antara lain pelatihan keterampilan pembuatan tulang daun, untuk dibuat berbagai kreasi, seperti gantungan kunci, fas bunga, lukisan dinding dan lain sebagainya. Serta  panitia juga memberikan keterampilan pembuatan sabun cuci dari bahan-bahan kimia yang mudah dan murah didapatkan, daripada membeli sabun yang sudah ada dipertokoan.

Ibu Kurniawati Dwi selaku Petugas Lapas mengatakan “bahwa kegiatan semacam ini untuk para penghuni lapas merupakan kegiatan yang positif dan perlu dikembangkan, karena pelatihan yang biasa dilakukan dilapas adalah pelatihan yang berat berat seperti menjahit. Dengan adanya pelatihan dari adek-adek pramuka ini mereka selain akan termotivasi untuk hidup normal, juga mempunyai keterampilan yang sederhana namun dapat mudah dilakukan dirumah untuk mengisi waktu kosong agar terisi kegitan yang psoitif , jika mereka sudah bebas dari lapas ini”

Kegiatan yang dilaksanakan di lapas perempuan bertujuan untuk memperingati hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 April besok. Selain itu,untuk memotivasi para penghuni lapas, sesuai dengan cita-cita ibu kartini, yang ingin kaum wanita (perempuan) mampu menunjukan diri dan dapat berjejer dengan kaum laki-laki. “awalnya sebelum masuk ke lapas ada kecemasan, akan sulit mengatur peserta dan bahkan pelatihannya mungkin tidak dapat berjalan. Namun setelah masuk kedalam lapas dan memulai pelatihan mereka mengikuti dengan antusias dan bahkan dapat saling bertukar fikiran untuk kreasi kreasi yang mungkin dapat dikembagkan lebih bagus lagi” Kata Kak Adtri selaku panitia yang juga instruktur pembuatan tulang daun

Dari pelatihan daun, banyak kreasi yang di buat dari gantungan kunci dan menghiasnya dengan foto-foto kenangan mereka, sperti suami, anak, pacar mereka ditempel, untuk dipajang digantungan kunci yang mereka buat sendiri. “Semoga kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi dapat berlanjut dengan pelatihan pelatihan yang lain, di tiap bulannya setiap hari rabu”, ujar salah satu peserta dan sekaligus penghuni lapas Dwinansi, karena mereka juga ada gugus depannya untuk pramuka, dengan adanya pelatihan semacam ini,mereka dapat motivasi baru dan pencerahan, bahwa hidup Cuma sekali dan tidak akan ada kesempatan setelah datangnya mati, untuk itu, terus berbuat baik, menginspirasi, untuk anak, cucu nanti

Kolom Komentar

comments