Demi Bangun Papua, Jokowi Akan Datangkan 24 Profesor dari AS

0
208

Demi Bangun Papua, Jokowi Akan Datangkan 24 Profesor dari AS-Presiden Joko Widodo dalam membangun wilayah Indonesia timur memang tidak main-main. Beliau mengaku sudah mengajak 24 profesor asal Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat untuk kembali bekerja di dalam negeri. Mereka nantinya akan membantu pemerintah Indonesia untuk membangun wilayah Papua.

“Ada 24 (profesor) yang saya minta siapkan bidang pendidikan di Papua. Membantu sekolah vokasi, masih dalam pembicaraan dengan Universitas Cendrawasih dan Universitas Papua. Kita akan bangun juga sebuah pusat riset untuk padi di Merauke,” kata Jokowi saat menerima ratusan teladan nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2016).

Jokowi menyebut jumlah orang Indonesia yang berprestasi namun memilih kerja di luar negeri sangat banyak. Beliau menjelaskan bahwa Kedepannya akan ada banyak lagi masyarakat Indonesia di luar yang akan diminta kembali ke dalam negeri untuk membantu pemerintah.

Beliau menilai, kontribusi mereka sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah menghadapi persaingan global. “Saya tidak mau yang berprestasi di negara kita justru karena kita tidak ambil, kita tidak manfaatkan, justru digunakan oleh negara lain. Atau karena situasi di negara kita yang tak mendukung, orang berprestasi lari ke negara lain,” ucap Jokowi.

Rencana Jokowi

Pemerintahan kali ini menetapkan Wilayah Indonesia Timur sebagai masa depan ekonomi Indonesia. Untuk mewujudkannya tidak lain adalah membangun infrastruktur. Menurut beliau  Indonesia Timur adalah masa depan kita, masa depan kita. Karena potensi dan kekuatan yang bisa diangkat sangat besar sekali. Untuk menggali seluruh potensi di Indonesia Timur hanya bisa dilakukan dengan membangun infrastruktur. Salah satu yang mulai dilakukan dirinya adalah memulai pembangun pelabuhan besar dan kawasan industri di Makassar Sulawesi Selatan, hingga Sorong Papua Barat.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan lahan seluas 4,6 juta hektar di Marauke. Di mana di sana akan bisa dikembangkan sebagai sentra produksi pangan mulai dari padi, jagung, dan tebu. Dari 4,6 juta hektar tersebut, 1,2 juta hektar bisa dipakai untuk padi, jagung, dan tebu. Kalau semua lahan 4,6 juta bisa dikerjakan semua, hasilnya 1 hektar bisa 8 ton padi. Artinya hasilnya bisa 37 juta ton sekali panen, tiga kali panen 110 juta ton. Jadi hanya satu kabupaten bisa memenuhi produksi nasional yang sekarang mencapai 60-70 juta ton.

Jokowi memberikan contoh potensi di Indonesia Timur lainnya yakni, Maluku dan Ternate serta Tidore. Di sana hasil ikan sangat berlimpah sekali, namun ikan tersebut hasil tangkapan kapal asing di laut Indonesia. “Di seluruh Indonesia ada 70.000 kapal asing yang lalu-lalang menangkap ikan di perairan kita. Nilainya setara Rp 300 triliun,” ucap Jokowi. Maka, melihat besarnya potensi tersebut, ia yakin dengan mengembangkan Indonesia Timur, maka ekonomi Indonesia akan lebih besar lagi.

 

Kolom Komentar

comments