Alhamdulillah Berlangsung Damai, Sejumlah Ormas Kompak Gagalkan Pembentukan FPI di Semarang

0
107
Ormas bubarkan dan gagalkan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) di rumah Zainal Petir di Bulu Lor, Semarang Utara, Kamis malam (13/4/2017)/Foto: TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA

Alhamdulillah Berlangsung Damai, Sejumlah Ormas Kompak Gagalkan Pembentukan FPI di Semarang – Ratusan orang adakan aksi tolak pembentukan Front Pembela Islam (FPI) Kota Semarang di jalan Pergiwati Bulu Lor Semarang Utara. Aksi ini pun membuahkan hasil yang positif, dimana Kepolisian Resort Kota Besar Semarang akhirnya membubarkan acara deklarasi pembentukan Front Pembela Islam Kota Semarang pada Kamis malam (13/4/2017).

Sebagaimana dilansir dalam Tempo, Kamis, (13/4/2017) Ratusan orang tersebut berasal dari beberapa ormas diantaranya Garda Nusantara, Persatuan Alumni GMNI, Garda Nasionalis, Patriot Indonesia, Laskar Nusantara, BMI, dan Laskar Merah Putih. Mereka datang dengan kompak dan damai, kemudian berorasi menyampaikan penolakan atas rencana pembentukan FPI Kota Semarang. Mencegah hal yang tidak diinginkan, ratusan polisi diterjunkan untuk menjaga suasana.

Setelah melakukan dialog antara perwakilan ormas dan FPI. Kepolisian Resort Kota Besar Semarang selaku mediator akhirnya memutuskan untuk membubarkan acara deklarasi pembentukan Front Pembela Islam Kota Semarang pada Kamis malam (13/4/2017).

Di awal dialog, Wakil Ketua Laskar Merah Putih, Iwan, langsung menyampaikan penolakan keberadaan FPI di Kota Semarang. Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pribadi Zaenal yang kini merupakan salah satu komisioner Komisi Informasi Publik tapi justru menjadi bagian ormas FPI.

Ia khawatir jika keberadaan FPI di Semarang, justru akan merusak kondusifitas kota lunpia. “Semarang sudah kondusif dan sangat aman, jangan sampai FPI merusak kota kami ini,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua DPD FPI Jateng Syihabuddin tetap berkeinginan untuk mendeklarasikan FPI di Kota Semarang. “Kami bukan anti Pancasila, kami hanya mengkaji hal tersebut supaya bisa di terapkan berdampingan dengan Islam,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengaku senang bisa berdialog dengan berbagai ormas di Kota Semarang. “Saya bersyukur bisa berdialog dengan saudara-saudara disini. Jika ada tidak keselarasan jangan dengan cara seperti ini. Mari kita bicarakan,” ucap dia.

Adapun Kapolrestabes Semarang, Abyoso Seno Aji yang menengahi dialog tersebut menyampaikan jika ia menerima banyak laporan tentang penolakan FPI.

“Saya mengambil langkah adil dengan mementingkan kepentingan masyarakat. Terkait banyaknya laporan penolakan terhadap pembentukan FPI, saya mohon dengan hormat FPi tidak memaksakan diri untuk masuk ke Semarang,” tegasnya.

Dialog yang berlangsung damai tersebut pun selesai dengan keputusan dari Kapolrestabes Semarang yaitu penolakan FPI yang akan masuk ke Semarang. Tambahan Koordinator aksi penolakan FPI dari Ormas Ganaspati, Ratya

Koordinator Aksi Penolakan FPI dari Ormas Ganaspati, Ratya sangat bersyukur Kapolrestabes mendukung penolakan FPI. “Kami sangat bersyukur FPI dilarang masuk ke Semarang oleh Kapolresabes dalam dialog tadi,” ujarnya.

Kolom Komentar

comments