Alasan Ahok Memberi Nama “KH Hasyim Asyari” Pada Masjid Raya Jakarta

1
358

Basuki Tjahaya Purnama atau kerap disapa Ahok, Senin (10/04) mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Djarot Saiful Hidayat. Kedatangan Ahok tak lain untuk bersilaturrahim dan meminta restu kepada para ulama, kiai serta membahas pendirian Masjid Raya Jakarta yang dibangun di Daan Mogot. Silaturrahim tersebut disambut secara langsung oleh Ketua Tanfidziyah PBNU, KH Said Aqil Siroj dan jajarannya.

“Pertemuan ini membahas Masjid KH Hasyim Asy’ari di Daan Mogot. Insyallah pada peresmiannya akan dihadiri oleh presiden dan jajaran Pengurus PBNU,” tuturnya Pengasuh Pesantren Al Tsaqofah itu.

Masjid Raya Jakarta merupakan Masjid Raya pertama yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, ide tersebut muncul ketika tahun 2012. Diwaktu itu, DKI Jakarta masih dipimpin oleh Joko Widodo. Proyek pembangunan masjid raya itu diresmikan Ahok pada 20 Juni 2013, atau saat Ahok masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi. Masjid Raya ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar dengan luas bangunan sebesar 16.985,43 meter persegi.

Berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya, Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot dilengkapi dengan sarana pendidikan, ruang ekonomi hingga perkantoran. Bagian sayap masjid nantinya akan difungsikan sebagai area serbaguna mulai dari sekolah dasar, rumah duka hingga balai pengobatan. Masjid ini bisa menampung lebih dari dari 10 ribu jamaah.

Masjid Raya Daan Mogot ditargetkan selesai pada 16 April mendatang sebab pada tanggal itu akan diresmikan Presiden Jokowi dan Ahok.

KH Hasyim Asyari

Ahok menceritakan bahwa ia pernah menolak saat namaya diusulkan menjadi nama sebuah masjid raya di Jakarta. Hal itu disampaikan oleh Ahok saat mendatangi Kantor GP Ansor, Jumat (7/4). “Ada pejabat di DKI yang usul nama saya, ‘bagaimana masjid raya Daan Mogot dikasih nama Nurul Qomar. Supaya orang tahu Bapak yang bikin,” ujar Ahok.

Ahok lebih memilih nama KH Hasyim Asyari untuk masjid tersebut. Nama tersebut dinilai Ahok menjadi representasi Islam Rahmatan Lil Alamin. Terlebih lokasi masjid yang dekat kawasan Jalan Hasyim Asyari. Hasyim Asyari juga merupakan tokoh pahlawan nasional dan pendiri dari Nahdlatul Ulama. Hasyim Asyari juga dikenal sebagai ayah dari pahlawan nasional Wahid Hasyim dan kakek dari mantan presiden Indonesia ke empat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Saya bilang enggak boleh (pakai nama Nurul Qomar), kami kan mau tegakkan Islam Rahmatan lil alamin. Jadi pakai KH Hasyim Asyari,” ujar Ahok.

Baca artikel lain : Ahok Dirikan Masjid Raya “KH Hasyim Asyari” Terbesar di Jakarta

Kolom Komentar

comments