Aksi Mahasiswa PGSD Tegal Unnes Jilid Dua, Sebagian Tuntutan Dikabulkan

0
331

Semarang, Senin, 10 April 2017. Mahasiswa PGSD Tegal kembali berkunjung ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran, Gunungpati, Semarang. Hal itu dilakukan lantaran mereka tidak puas dengan hasil audiensi aksi di hari Jumat (7/4) lalu.

Selengkapnya aksi PGSD Tegal Unnes Jumat Lalu. 

“Karena kurang puas dengan hasil audiensi kemarin yang hanya membuka jalur mandiri dan jalur mandiri kerjasama,” tegas Arif Nur Muhamad sebagai koordinator lapangan.

Aksi yang diikuti lebih dari 400 orang ini dimulai pukul 08.00 WIB. Aliansi mahasiswa Unnes yang ikut aksi kali ini terdiri dari lima bus langsung dari Tegal dan mahasiswa fakultas unnes lainnya yang bersimpati.

Berdasarkan bradcast whatshapp yang di peroleh reporter ada perbedaan tuntutan dengan aksi pertama, aksi jilid dua kali ini ada tuntutan menjadi tiga hal.

Pertama, pembukaan kuota mahasiswa baru PGSD Tegal sebanyak 160 mahasiswa, dengan rincian 112 mahasiswa jalur SBMPTN dan sisanya 48 mahasiswa dengan jalur mandiri.

Kedua, perbaikan fasilitas meliputi; pengadaan peralatan laboratorium dan praktikum, pengadaan LCD proyektor, revitalisasi asrama agar layak pakai khususnya air bersih, penerangan dan tempat tidur, perbaikan dan penambahan wifi, perbaikan toilet di PKM, perbaikan sistem pembuangan air dan pengadaan pompa air untuk mengatasi banjir.

Terakhir, terkait dengan audiensi kemarin (7/4), atas pernyataan rektor Unnes, Fathur Rokhman dalam audiensi tersebut mengatakan kata-kata ancaman dan intimidasi terhadap mahasiswa yang melakukan audiensi.

Karena mahasiswa memaksa masuk ke dalam gedung rektorat, sempat terjadi aksi saling dorong antara aliansi mahasiswa dengan satpam.

Dalam aksinya, Aliansi Mahasiswa Unnes menuntut untuk diputuskan hari ini, Senin (10/4), karena Selasa (11/4) telah dibuka jalur SBMPTN. “Kalian harus mengerti jika dalam negara hukum, maka saya tidak mungkin memberikan keputusan sekarang,” tegas Rustono sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi mareka akan tetap melanjutkan aksi.

“Kita melanjutkan perjuangan kita sampai diterima, ini sudah mulai ada pintu terbuka WR satu, dua, dan tiga sudah menyepakati untuk membuka, tetapi untuk kebijakan kan masih ada di tangan pak rektor, cuma keputusan masih kita olah di atas dengan pihak birokrasi,” ujar Arif.

Pukul 16.00 WIB massa aksi membubarkan diri. Hasil aksi hari ini adalah ditandatanganinya surat permohonan pembukaan kuota SBMPTN untuk PGSD Tegal. Surat permohonan ini selanjutnya akan dikirim ke panitia penyelenggara SBMPTN.

Dengan ditandatanganinya surat permohonan pembukaan kuota SBMPTN bukan berarti perjuangan mereka selesai, mahasiswa akan tetap terus mengawalnya.

“Mari kita mengawal bersama hingga kuota SBMPTN benar-benar dibuka untuk PGSD Tegal”. begitu kutipan yang reporter peroleh dari akun resmi instagram BEM KM UNNES.

Kolom Komentar

comments