7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Milenial dalam Mengatur Keuangan

0
82

Generasi milenial atau biasa juga disebut sebagai generasi Y merupakan mereka yang lahir diantara tahun 1980 sampai 2000. Sebagian besar generasi ini telah memasuki usia produktif. Mereka mempunyai pekerjaan, mendapatkan uang dan telah berdiri sendiri secara finansial.

Baca : Perbedaan Generasi X, Milenial, dan Alpha

Seiring dengan kemandirian finansial, strategi mengatur keuangan mereka juga harus dilakukan. Menabung, berinvestasi, dan mengatur pengeluaran sehari-hari. Namun, dalam prosesnya milenial sering melakukan kesalahan dalam mengatur keuangan mereka. Seorang penasihat keuangan, Dini Novita menyebutkan setidaknya ada sepuluh kesalahan yang sering dilkaukan oleh milenial dalam mengatur keuangannya.

Tidak Memiliki Rencana Pengeluaran

Kesalahan pertama milenial adalah mereka tidak memiliki rencana pengeluaran, atau manajemen pengeluaran setiap bulannya. Seperti air, mereka mengalir begitu saja dalam menggunakan uangnya. Terima gaji, lalu dibelanjakan dan ditabung dengan porsi yang tak jelas. Bahkan terkadang malahan membelanjakan sebuah barang yang tak sungguh dibutuhkannya.

Dini sering menjumpai orang-orang seperti ini. Menurut Dini, perilaku seperti demikian berbahaya. Tanpa adanya rencana pengeluaran, bisa jadi suatu saat nanti akan lebih besar pasak daripada tiang. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Jika seperti ini, hutang akan menjadi salahsatu solusinya.
Memiliki Dua Rekening

Kesalahan kedua yang sering dilakukan milenial adalah memiliki rekening lebih dari satu bank. Akan tetapi mereka tida mengatur masing-masing rekening. Jadi, rekening yang ada uangnya akan mereka pakai.

Dini menyarankan, alangkah lebih baiknya memisahkan peruntukan tiap akun bank. Misalnya memfokuskan ada rekening untuk menyimpan dana darurat. Lalu ada rekening untuk kebutuhan sehari-hari. Adapula rekening khusus untuk menabung demi keperluan jangka panjang.

Tidak Memikirkan Masa Pensiun

Tidak memikirkan, apalagi menyiapkan uang dimasa pensiun merupakan kesalahan dari milenial selanjutnya. Banyak yang menunda investasi untuk dana pensiun dan beranggapan investasi dapat mereka lakukan manakala ketika semua kebutuhan sudah tertutupi. Padahal makin kesini, kebutuhan mereka semakin banyak.

Milenial seharusnya menyiapkan dana pensiun. Semakin awal mereka melakukan investasi, semakin terkumpul dana yang banyak. Sebab dana pensiun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah tidak lagi bekerja, tetapi juga biaya darurat untuk kesehatan atau liburan.

Membeli Rumah yang Tidak Sesuai Kemampuan

Kesalahan lain yang sering dilakukan milenial yaitu membeli rumah yang mana tak sesuai dengan kantong mereka. Apalagi cicilan perbulannya melebihi separuh pengahasilan bulanan mereka.

Acuh Pada Asuransi Jiwa

Milenial sering abai terhadap asuransi jiwa. Apalagi semenjak ada program jaminan kesehatan nasional (JKN). Padahal, asuransi jiwa memberi perlindungan dan jaminan hidup orang-orang yang ditanggungnya.

Dini mengungkapan bahwa, “Dengan menunda pembelian asuransi jiwa, maka kesempatan untuk membeli asuransi jiwa dengan premi yang lebih rendah untuk jangka waktu panjang akan terlewatkan.”

Kurang Mempersiapkan Biaya Pendidikan Anak

Dalam pendidikan anak, Dini menyebutkan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah kurang mempersiapkan biaya pendidikan anak sedini mungkin. Padahal, pendidikan anak akan menjadi salah satu pengeluaran terbesar orang tua, dan akan terus naik seiring jenjangnya.

Abai Terhadap Pembuatan Surat Wasiat

Kesalahan terakhir adalah menganggap tak penting membuat surat wasiat. Siapapun tidak tahu, sampai kapan seseorang mampu bekerja dan sehat ruhani. Namun selama ini bagi milenial membicarakan warisan apalagi menulis surat wasiat masih dianggap tabu. Padahal dengan adanya surat wasiat, kemungkinan terjadinya pertengkaran antar-anggota keluarga bisa diminimalkan.

Kolom Komentar

comments