20 Hari Bekerja, Ini Capaian Arcandra Tahar Saat Jadi Menteri ESDM

0
142

20 Hari Bekerja, Ini Capaian Arcandra Tahar-Malam ini kabar mengejutkan datang dari menteri ESDM, Arcandra Tahar, baru beberapa minggu melaksanakan tugas sebagai pembantu presiden, Arcandra terpaksa harus diberhentikan karena kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS). Menteri sekretaris negara, Pratikno mengatakan bahwa presiden memutuskan untuk memberhentikan Archandra. “Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisi menteri ESDM,” ujar Mensesneg Pratikno dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (15/8).

Keputusan tersebut diambil setelah presiden mendengarkan berbagai masukan dari sumber-sumber terkait. “Setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber,” kata Pratikno. Untuk mengisi kekosongan posisi menteri ESDM sementara akan dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

“Menunjuk Luhut Binsar Panjdaitan yang juga Menko Kemaritiman sebagai penanggung jawab Menteri ESDM sampai diangkatnya menteri definitif,” jelas Mensesneg Pratikno. Dalam konferensi pers ini, Pratikno didampingi oleh Jubir Kepresidenan Johan Budi.

Capaian Archandra

Setelah dilantik sebagai Menteri ESDM, Arcandra telah mengkaji dan mempelajari sejumlah kebijakan di sektor ESDM, antara lain soal Blok Masela yang akan dibangun onshore (di darat), proyek listrik 35.000 megawatt, rencana revisi Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, pengembangan energi baru terbarukan, serta meningkatkan produksi migas. Di awal Agustus, Arcandra menyampaikan rencana merombak aturan cost recovery dan pajak migas. Keduanya tercantum dalam PP 79/2010 mengatur tentang biaya operasi yang dapat dikembalikan (cost recovery) dan pajak di bidang usaha hulu migas.

Masih di awal Agustus, Arcandra juga bertemu para bos perusahaan migas di Kementerian ESDM. Pertemuan ini diadakan untuk mengetahui situasi, perkembangan-perkembangan, dan permasalahan terkini yang dihadapi industri hulu migas di dalam negeri. Selain itu, Arcandra juga bertemu direksi PLN. Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah mengawal kelangsungan proyek 35.000 MW hingga kelar 2019 nanti.

Kolom Komentar

comments