1000 Karangan Bunga Bukti Warga Jakarta Tidak Tulus Memilih Anis

0
349

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta selalu menarik untuk kita bahas dan tidak henti-hentinya menebarkan sensasi publik. Meskipun pada real count KPU, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul dari petaha Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun banjir simpati dan ucapan terima kasih kepada Ahok sampai saat ini terus berdatangan dari pelbagai pihak, baik dari kalangan dalam maupun luar Jakarta.

Sejak Senin lalu, kantor gubernur DKI Jakarta, tempat Ahok bertugas dibanjiri karangan bunga bermacam bentuk. Hingga saat ini, diperkirakan karangan bungan yang dikirimkan telah mencapai seribu buah. Bentuknya bermacam-macam mulai dari papan, buket, hingga standing flower.

Memang aneh, karangan bunga biasanya dikirimkan sebagai bentuk apresiasi seperti peresmian gedung, ulang tahun, kenaikan jabatan, pelantikan. Namun kali ini justru ribuan karangan bunga tersebut dikirimkan kepada Calon Gubernur yang gagal dalam Pilkada.

Seharusnya yang memperoleh apresiasi dan ucapan selamat seperti itu adalah Anis-Sandiaga yang memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Hal tersebut membuktikan bahwa kinerja Ahok memang benar-benar dirasakan oleh masyarakat DKI Jakarta. Masyarakat melihat Ahok sebagai pemimpin DKI yang berhasil membawa Ibu Kota menjadi kota yang maju, tertib, nyaman, dan aman.

Ahok sejak awal selalu bertindak sesuai dengan orientasi kerja untuk keadialan sosial bagi masyarakat Jakarta. Trobosan yang dilakukan olehnya dapat benar-benar dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari pelayanan publik yang lebih cepat, pejabat pemerintah yang semakin giat bekerja, hingga pungli yang dikikis habis oleh Ahok.

Kiriman karangan bunga dari masyarakat tersebut diisi dengan berbagai tulisan hingga curhatan. “Terima kasih Pak Ahok atas kerja kerasnya selama ini. Andalah pemimpin sejati. We love you and we will miss you. Dari kami yang belum bisa move on,” demikian isi tulisan di salah satu karangan bunga yang dikirimkan masyarakat.

Ada juga yang mengucapkan terima kasih atas kinerja sekaligus mengaku patah hati karena kegagalan pasangan tersebut di Pilgub DKI. “Terima kasih Pak Ahok-Djarot atas peluh keringat yang tercurah buat Jakarta. Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya,”

Memang seribu karangan bunga bukanlah jumlah yang sedikit, namun jumlah tersebut belum dapat mengobati luka masyarakat DKI yang terlanjur kehilangan sosok pemimpin muda, pemberani, dan terampil ini. Namun nasi telah menjadi bubur, semua itu tidak dapat terulang kembali. Ahok kini menjadi incaran banyak masyarakat lain diluar DKI yang memandangnya lebih luas. Memang benar kata Ahok, jika tuhan berkehendak maka semua akan terjadi. Berlian tetaplah menjadi berlian, dimanapun tetap berharga dimata manusia.

Kolom Komentar

comments